Nama : Rahmat Illahi
Nim : 101510336
Makul : Surveilend Epidemiologi
REKAPITULASI
KASUS PENYAKIT DI DESA LIMBUNG
TAHUN
2011-2013
NO
|
NAMA PENYAKIT
|
KASUS PER TAHUN
|
|||
2011
|
2012
|
2013
|
Jumlah
|
||
1
|
DBD
|
35
|
17
|
15
|
67
|
2
|
CAMPAK
|
2
|
8
|
1
|
11
|
3
|
TB PARU
|
21
|
14
|
0
|
35
|
4
|
PENYAKIT KULIT ALERGI
|
15
|
29
|
7
|
51
|
5
|
PENYAKIT KULIT INFEKSI
|
0
|
11
|
13
|
24
|
6
|
DIARE
|
40
|
19
|
5
|
64
|
7
|
HIPERTENSI
|
15
|
31
|
18
|
64
|
8
|
TUKAK LAMBUNG (GASHRITIS) DAN USUS
DUA BELAS JARI
|
75
|
100
|
73
|
248
|
9
|
ISPA
|
185
|
221
|
124
|
530
|
10
|
THIPOID
|
3
|
19
|
1
|
23
|
11
|
ASMA
|
8
|
12
|
3
|
23
|
12
|
DIABETES MELITUS
|
0
|
6
|
6
|
12
|
13
|
BRONKRITIS
|
2
|
4
|
1
|
7
|
14
|
DISENTRI
|
3
|
4
|
0
|
7
|
15
|
SCABIES
|
6
|
18
|
6
|
30
|
Ø Dari
rekapitulasi data yang diambil dari PUSKESMAS Desa Limbung tersebut dapat
dilihat bahwa tingginya kasus ISPA dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2013
berjumlah 530 orang. Dominanya penyakit ISPA tersebut karena banyak gejala ISPA
yang tidak spesifik dan tes diagnosis cepat tidak selalu tersedia, kadang
sering tidak diketahui dengan segera. Dengan demikian fasilitas pelayanan
kesehatan, terutama Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) sebagai lini
pertama, digrafik yang saya buat akan lebih jelas mengenai faktor penyebab
terjadinya penyakti ISPA tersebut. Penting bagi petugas kesehatan untuk
melaksanakan pencegahan dan pengendalian infeksi yang tepat saat menangani pasien
ISPA untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya penyebaran infeksi kepada diri
sendiri, petugas kesehatan yang lain, pasien maupun pengunjung.
Penyakit
infeksi saluran pernafasan akut merupakan penyakit yang sering dijumpai di
Puskesmas Limbung sepanjang
tahun 2011
terdapat 185
penderita, khususnya di Desa Limbung dipengaruhi oleh
beberapa faktor volusi (kabut asap) karena adanya
aktivitas masyarakat yang membakaran lahan didaerah tersebut. Beberapa faktor tersebut yang mempengaruhi tingginya
angka kejadian penyakit ISPA di masyarakat adalah faktor lingkungan dan juga
faktor perilaku, persepsi serta pengetahuan masyarakat. Pentingnya pencegahan
untuk terhindar dari penyakit dapat dilakukan dengan pemberian informasi dan
pengetahuan tentang penyakit ISPA tersebut sehingga masyarakat dapat melakukan
pola hidup sehat.
Ø Grafik prevalensi
penyakit ISPA Di Desa Limbung tahun 2011-2013
Ø Kasus
ISPA pada tahun 2011 terjadi ± 185 kasus ISPA
Berdasarkan grafik kasus ISPA di Desa
Limbung pada tahun 2011 terjadi ± 185 kasus ISPA peningkatan kasus ISPA yang
disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah belum optimalnya program
yang dijalankan oleh PUSKESMAS Di Desa Limbung. Disamping itu program yang
dijalankan oleh tenaga kesehatan Di Desa Limbung tersebut kurang mendapatkan
perhatian oleh masyarakat setempat sehingga program yang telah dibuat oleh
tenaga kesehatan Di Desa Limbung tersebut hanya berjalan 50% sehingga kasus
ISPA Di Desa Limbung meningkat pada tahun 2011.
Ø Kasus
ISPA pada tahun 2012 terjadi ± 221 kasus ISPA
Berdasarkan grafik kasus ISPA diatas terdapat
peningkatan drastis berkisar 221 orang yang disebabkan oleh menurunya kinerja
tenag kesehatan Di Desa Limbung tersebut ditambah lagi partisipasi/perilaku
masyarakat yang semaking menurun, sehinga program tenaga kesehatan yang
berjalan di tahun 2012 tidak mendapatkan hasil yang optimal kareana belum
adanya perbaikan atau evaluasi program yang dibuat pada tahun 2011 sehingga
pada tahun 2012 program preventif penyakit ISPA tidak berjalan maksimal dan kasuspun
menungkat drastis.
Ø Kasus
ISPA menurun tahun 2013 terjadi ± 124
kasus ISPA
Pada tahun 2013 kasus ISPA Di Desa
limbung terjadi penurunan kasus dari tahun 2011 dan 2012, dan ditahun 2013
kasus ISPA menurun menjadi 124, hal ini karena adanya evaluasi terhadap program
yang dibuat pada tahun 2011 dan tahun 2012. Faktor yang disebabkan kurang
maksimalnya program yang dibuat pada tahu 2011 dan 2012 yang kurang mendapatkan
partisivasi masyarakat dan sekarang ditahun 2013 sudah adanya peningkatan
antara program yang dibuat oleh tenaga kesehatan dengan partisivasi
masyarakat(perilaku), sehingga kasus ISPA menurun ditahun 2013
Untuk informasi mengenai penyakit ISPA
ini terutama pada masyarakat yang sulit untuk merubah perilakunya untuk menjaga
kesehatan, baik kesehatan pribadi maupun kesehatan bersama/masyarakat umum,
untuk itu masyarakat harus mampu untuk merubah dirinya untuk berperilaku hidup
bersih dan sehat, menjaga kesehatan, tidak membakar hutan yang berpotensi
kebakaran lahan yang menyebabkan terjadinya kabut asap.
Dari iformasi yang diperoleh dari grafik
prevalensi penyakit ISPA diamana kasus ISPA terus meningkat dari tahun 2011
sampai 2012 dan pada akhirnya kasus ISPA menuru di tahun 2013. Kasus cenderung
meningkat apabila masyarakata tidak mendukung perogram yang dijalankan oleh
tenaga kesehatan setempat, terlebih lagi partisivasi masyarakat sangat
dharapkan untuk mengurangi terjadinya kasus ISPA.




0 komentar:
Posting Komentar