Rabu, 18 Februari 2015

on Leave a Comment

PKM Kelurahan Kota Baru Pontianak Selatan

BAB I


PENDAHULUAN
1.1     Latar Belakang
Pembangunan kesehatan sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pembangunan Nasional. Tujuan Nasional Bangsa Indonesia sebagaimana telah tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yakni “melindungi segenap Bangsa Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaain abadi dan keadilan sosial”. Undang-Undang Republik Indonesia No.36 Tahun 2009 tentang kesehatan menyebutkan bahwa tujuan pembangunan kesehatan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang optimal sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum dari tujuan nasional.
                 Sejalan dengan hal itu maka untuk mencapai tujuan Undang-Undang Republik Indonesia tersebut diselenggarakanlah program pembangunan Nasional secaramenyeluruh dan berkesinambungan. Pembangunan kesehatan adalah bagian daripembangunan nasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dankemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Pembangunan kesehatan tersebut merupakan upaya seluruhpotensi bangsa Indonesia, baik masyarakat, swasta maupun pemerintah. (Depkes RI, 2004)
                 Visi pembangunan kesehatan Indonesia adalah Indonesia Sehat 2015. Visi Indonesia Sehat tersebut tergambar masyarakat Indonesia yang berprilaku hidup sehatdan memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat, diselenggarakan upaya kesehatan dengan pendekatan pencegahan (preventif), peningkatan kesehatan (promotif), pengobatan penyakit (kuratif),pemulihan kesehatan (rehabilitatif) yang dilaksanakan secara menyeluruh terpadu dan berkesinambungan.
Menurut Blum dalam Notoatmodjo (2003), derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh 4 faktor, yaitu genetika, pelayanan kesehatan, perilaku, dan lingkungan. Faktor genetika terkait dengan jenis kelamin, umur, suku/bangsa, dan lain sebagainya. Faktor pelayanan kesehatan terkait dengan tenaga kesehatan, sarana dan prasarana kesehatan, dan upaya-upaya kesehatan. Faktor perilaku terkait dengan frekuensi kunjungan ke Puskesmas, frekuensi kunjungan ke Posyandu, dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Faktor lingkungan terkait dengan sarana air bersih, sanitasi lingkungan yang terkait dengan perumahan, jamban sehat, geografi dan demografi.
Untuk mencapai hal tersebut pembangunan kesehatan diharapkan dapat memelihara, meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat serta lingkungannya. Pembangunan kesehatan diutamakan yang bersifat promotif, preventif yang didukung oleh kuratif dan rehabilitatif.
Tenaga kesehatan sebagai sumber daya manusia diharapkan mampu melakukan usaha-usaha pembangunan kesehatan tersebut serta menempatkan peran serta masyarakat sebagai hal yang utama. Tenaga kesehatan dituntut mampu mengkreasikan antara teori-teori yang dimiliki dengan kondisi yang ada di masyarakat, untuk menyelesaikan masalah kesehatan, agar tercapai peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang optimal.
Pelaksanaan upaya program kesehatan,dilaksanakan sesuai dengan situasi dan kondisi daerah setempat dan diharapkan dapat mengatasi masalah-masalah kesehatan secara efektif dan efisien. Untuk mengetahui permasalahan kesehatan yang dihadapi masyarakat, maka perlu dilakukan analisis situasi masalah kesehatan masyarakat yang meliputi beberapa tahap yaitu identifikasi masalah kesehatan, menetapkan prioritas masalah dan menentukan lokasi/daerah yang memiliki jumlah kasus yang serius.
Berdasarkan visi tersebut,ditetapkan dasar-dasar, misi, strategi dan paradigma pembangunan kesehatanyaitu Paradigma Sehat yang menekankan pentingnya kesehatan sebagai hak asasi manusia, kesehatan sebagai investasi bangsa dan kesehatan menjadi titik sentral pembangunan Nasional. Untuk mencapai visi Indonesia Sehat 201dan misi pembangunan kesehatan.
Untuk mencapai pembangunan kesehatan diharapkan dapat memelihara, meningkatkan kesehatan individu, keluarga, masyarakat serta lingkungannya denganpembangunan kesehatan yang bersifat promotif, preventif yang didukung oleh kuratif dan rehabilitatif.
      Sehubungan dengan hal tersebut, maka untuk menjalankan pembangunan kesehatan diperlukan tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan sebagai sumber dayamanusia diharapkan mampu melakukan usaha-usaha kesehatan yang bersifat promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative, menempatkan peran serta masyarakat sebagai hal yang utama. Tenaga kesehatan dituntut mampu mengkreasikan antara teori-teori yang dimiliki dengan kondisi yang ada di masyarakat, untuk menyelesaikan masalahkesehatan, agar tercapai peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang optimal.Upaya program kesehatan, yang dilaksanakan sesuai dengan situasi dan kondisidaerah setempat dan diharapkan dapat mengatasi masalah-masalah kesehatan secaraefektif dan efesien, sehingga dipandang perlu untuk Universitas Muhammadiyah Pontianak melalui Fakultas Kesehatan Masyarakat untuk melaksanakan Praktikum Kesehatan Masyarakat (PKM).
      Sejalan dengan hal tersebut diatas, untuk memberikan pengalaman danmeningkatkan kemampuan mahasiswa/mahasiswi dalam memecahkan permasalahan-permasalahan kesehatan yang ada di masyarakat, Program studi KesehatanMasyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak membekalimahasiswanya dengan mata kuliah PKM.
Kegiatan PKM dilakukan dengan berbagai tahap yaitu analisa situasi, identifikasi masalah kesehatan masyarakat, dan penentuan prioritas masalah. PKM ini dilaksanakan untuk mengetahui permasalahan kesehatan yang dihadapi masyarakat, maka perlu dilakukan analisa situasi masalah kesehatan masyarakat yang meliputi beberapa tahap yaitu identifikasi masalah kesehatan masyarakat dan menetapkan prioritas masalah kesehatan masyarakat.
Adapun analisa situasi masalah kesehatan dapat dilakukan melalui pengambilan data sekunder di Puskesmas baik dalam bentuk laporan program, laporan bulanan, profil, laporan wabah serta survey cepat di masyarakat dengan mengambil data primer kualitatif melalui Indept Interview (wawancara mendalam) pada masyarakat diKelurahan Kota Baru Kecamatan Pontianak Selatan. Kemudian menganalisa prioritas masalah kesehatan masyarakat bersama pihak Puskesmas, kelurahan, serta RW setempat.
Untuk selanjutnya dilakukan identifikasi dan inventarisasi penyebab atau determinan masalah menganalisa penyebab atau determinan potensial masalah kesehatan melalui kajian teori yang ada, hasil riset terdahulu, analisa deskriptif survey cepat, analisa kualitatif dan Indept Interview dengan harapan adanya sebuah program kegiatan pemecahan masalah untuk mengatasi permasalahan yang ada di KelurahanKota Baru wilayah kerja UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Selatan.
Sejalan dengan hal tersebut diatasuntuk memberikan pengalaman dan meningkatkan kemampuan mahasiswa/i dalam memecahkan permasalahan-permasalahan kesehatan yang ada dimasyarakat, Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak membekali mahasiswanya dengan kegiatan PKM. Tujuan PKM ini adalah memberikan pengalaman kepada mahasiswa/i mulai dari mengidentifikasi masalah-masalah kesehatan masyarakat di lapangan, menganalisis permasalahan tersebut, melakukan upaya-upaya penyelesaian berdasarkan teori dan praktik yang telah diperoleh di bangku kuliah untuk diterapkan di Kelurahan Kota Baru wilayah kerja UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Selatan.

1.2        Permasalahan
1.    Bagaimana analisa situasi kesehatan masyarakat yang berada di Kelurahan Kota Baru wilayah kerja UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Selatan ?
2. Apa permasalahan kesehatan yang menjadi prioritas di Kelurahan Kota Baruwilayah kerja UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Selatan ?
3. Apa yang menjadi penyebab atau determinan masalah kesehatan di Kelurahan Kota Baru wilayah kerja UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Selatan ?
4. Apa yang menjadi penyebab atau determinan potensial masalah kesehatan diKelurahan Kota Baru wilayah kerja UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Selatan ?
5. Apa yang menjadi prioritas dan solusi (pemberdayaan masyarakat) di Kelurahan Kota Baru wilayah kerja UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Selatan ?
6. Apa saja upaya intervensi dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan diKelurahan Kota Baru wilayah kerja UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Selatan ?
1.3        Tujuan
1.3.1        Tujuan Umum
Tujuan umum dari kegiatan PKM adalah menganalisis situasi masalah kesehatan masyarakat, mengidentifikasi masalah kesehatan masyarakat, menentukan prioritas masalah kesehatan serta upaya intervensi dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan di kelurahan Kota Baru wilayah kerjaUPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Selatan.
1.3.2        Tujuan Khusus
1. Bagaimanakah situasi masalah kesehatan masyarakat berdasarkan data puskesmas dan data hasil lapangan di Kelurahan Kota Baru wilayah kerjaUPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Selatan.
2. Bagaimanakah mengidentifikasi dan inventarisasi penyebab atau faktor determinan masalah kesehatan di Kelurahan Kota Baru wilayah kerja UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Selatan.
3. Bagaimanakah menganalisa penyebab atau determinan potensial masalah kesehatan prioritas di Kelurahan Kota Baru wilayah kerja UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Selatan.
4. Bagaimanakah mengidentifikasi, prioritas, dan analisis kelayakan solusi (pemberdayaan masyarakat) di Kelurahan Kota Baru wilayah kerja UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Selatan.
5. Bagaimanakah menentukan prioritas masalah kesehatan masyarakat diKelurahan Kota Baru wilayah kerja UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Selatan.
6. Bagaimanakah menyusun POA untuk intervensi pemecahan masalah kesehatan di Kelurahan Kota Baru wilayah kerja UPTD PuskesmasKecamatan Pontianak Selatan.
7. Bagaimanakah intervensi pemecahan masalah kesehatan di Kelurahan Kota Baru wilayah kerja UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Selatan.
8. Bagaimanakah monitoring dan evaluasi kegiatan di Kelurahan Kota Baruwilayah kerja  UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Selatan.

1.4        Ruang Lingkup
Kegiatan Pratikum Kesehatan Masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan ilmu saat di bangku perkuliahan melalui Problem Solving Cycle dengan menganalisis permasalahan masalah kesehatan, khususnya masalah Penyakit Menular, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), dan Penyakit Menular Berbasis Lingkungan di Kelurahan Kota Baru wilayah kerja UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Selatan.
Selanjutnya dilakukan analisa situasi dan identifikasi masalah kesehatan masyarakat, analisa prioritas masalah kesehatan masyarakat, identifikasi dan inventarisasi faktor determinan masalah, analisa penyebab atau determinan potensial masalah kesehatan prioritas, Identifikasi, prioritas, dan analisis kelayakan solusi (pemberdayaan masyarakat), serta melakukan upaya intervensi untuk mengatasi permasalahan yang ada di Kelurahan Kota Baru wilayah kerja UPTD PuskesmasKecamatan Pontianak Selatan.

0 komentar:

Posting Komentar