Kamis, 17 April 2014

on Leave a Comment

Tugas Rahmat



Nama              : Rahmat Illahi
Nim                 : 101510336
Makul             : Surveilend Epidemiologi

REKAPITULASI KASUS PENYAKIT DI DESA LIMBUNG
TAHUN 2011-2013
NO
NAMA PENYAKIT
KASUS PER TAHUN
2011
2012
2013
Jumlah
1
DBD
35
17
15
67
2
CAMPAK
2
8
1
11
3
TB PARU
21
14
0
35
4
PENYAKIT KULIT ALERGI
15
29
7
51
5
PENYAKIT KULIT INFEKSI
0
11
13
24
6
DIARE
40
19
5
64
7
HIPERTENSI
15
31
18
64
8
TUKAK LAMBUNG (GASHRITIS)  DAN USUS DUA BELAS JARI
75
100
73
248
9
ISPA
185
221
124
530
10
THIPOID
3
19
1
23
11
ASMA
8
12
3
23
12
DIABETES MELITUS
0
6
6
12
13
BRONKRITIS
2
4
1
7
14
DISENTRI
3
4
0
7
15
SCABIES
6
18
6
30

Ø  Dari rekapitulasi data yang diambil dari PUSKESMAS Desa Limbung tersebut dapat dilihat bahwa tingginya kasus ISPA dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2013 berjumlah 530 orang. Dominanya penyakit ISPA tersebut karena banyak gejala ISPA yang tidak spesifik dan tes diagnosis cepat tidak selalu tersedia, kadang sering tidak diketahui dengan segera. Dengan demikian fasilitas pelayanan kesehatan, terutama Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) sebagai lini pertama, digrafik yang saya buat akan lebih jelas mengenai faktor penyebab terjadinya penyakti ISPA tersebut. Penting bagi petugas kesehatan untuk melaksanakan pencegahan dan pengendalian infeksi yang tepat saat menangani pasien ISPA untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya penyebaran infeksi kepada diri sendiri, petugas kesehatan yang lain, pasien maupun pengunjung.
Penyakit infeksi saluran pernafasan akut merupakan penyakit yang sering dijumpai di Puskesmas Limbung sepanjang tahun 2011 terdapat 185 penderita, khususnya di Desa Limbung  dipengaruhi oleh beberapa faktor volusi (kabut asap) karena adanya aktivitas masyarakat yang membakaran lahan didaerah tersebut. Beberapa faktor tersebut yang mempengaruhi tingginya angka kejadian penyakit ISPA di masyarakat adalah faktor lingkungan dan juga faktor perilaku, persepsi serta pengetahuan masyarakat. Pentingnya pencegahan untuk terhindar dari penyakit dapat dilakukan dengan pemberian informasi dan pengetahuan tentang penyakit ISPA tersebut sehingga masyarakat dapat melakukan pola hidup sehat.

Ø  Grafik prevalensi penyakit ISPA Di Desa Limbung tahun 2011-2013

Ø  Kasus ISPA pada tahun 2011 terjadi ± 185 kasus ISPA
Berdasarkan grafik kasus ISPA di Desa Limbung pada tahun 2011 terjadi ± 185 kasus ISPA peningkatan kasus ISPA yang disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah belum optimalnya program yang dijalankan oleh PUSKESMAS Di Desa Limbung. Disamping itu program yang dijalankan oleh tenaga kesehatan Di Desa Limbung tersebut kurang mendapatkan perhatian oleh masyarakat setempat sehingga program yang telah dibuat oleh tenaga kesehatan Di Desa Limbung tersebut hanya berjalan 50% sehingga kasus ISPA Di Desa Limbung meningkat pada tahun 2011.

Ø  Kasus ISPA pada tahun 2012 terjadi ± 221 kasus ISPA
Berdasarkan grafik kasus ISPA diatas terdapat peningkatan drastis berkisar 221 orang yang disebabkan oleh menurunya kinerja tenag kesehatan Di Desa Limbung tersebut ditambah lagi partisipasi/perilaku masyarakat yang semaking menurun, sehinga program tenaga kesehatan yang berjalan di tahun 2012 tidak mendapatkan hasil yang optimal kareana belum adanya perbaikan atau evaluasi program yang dibuat pada tahun 2011 sehingga pada tahun 2012 program preventif penyakit ISPA tidak berjalan maksimal dan kasuspun menungkat drastis.

Ø  Kasus ISPA menurun  tahun 2013 terjadi ± 124 kasus ISPA
Pada tahun 2013 kasus ISPA Di Desa limbung terjadi penurunan kasus dari tahun 2011 dan 2012, dan ditahun 2013 kasus ISPA menurun menjadi 124, hal ini karena adanya evaluasi terhadap program yang dibuat pada tahun 2011 dan tahun 2012. Faktor yang disebabkan kurang maksimalnya program yang dibuat pada tahu 2011 dan 2012 yang kurang mendapatkan partisivasi masyarakat dan sekarang ditahun 2013 sudah adanya peningkatan antara program yang dibuat oleh tenaga kesehatan dengan partisivasi masyarakat(perilaku), sehingga kasus ISPA menurun ditahun 2013

Ø  Informasi
Untuk informasi mengenai penyakit ISPA ini terutama pada masyarakat yang sulit untuk merubah perilakunya untuk menjaga kesehatan, baik kesehatan pribadi maupun kesehatan bersama/masyarakat umum, untuk itu masyarakat harus mampu untuk merubah dirinya untuk berperilaku hidup bersih dan sehat, menjaga kesehatan, tidak membakar hutan yang berpotensi kebakaran lahan yang menyebabkan terjadinya kabut asap.
Dari iformasi yang diperoleh dari grafik prevalensi penyakit ISPA diamana kasus ISPA terus meningkat dari tahun 2011 sampai 2012 dan pada akhirnya kasus ISPA menuru di tahun 2013. Kasus cenderung meningkat apabila masyarakata tidak mendukung perogram yang dijalankan oleh tenaga kesehatan setempat, terlebih lagi partisivasi masyarakat sangat dharapkan untuk mengurangi terjadinya kasus ISPA.